RADIO AL HAMZAR



SIARAN LANGSUNG

RADIOALHAMZAR.COM, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat melalui Asisten Gubernur dr Hj Nurhandini Ekadewi mengapresiasi 63 orang lulusan pertama Profesi Bidan STIKes Hamzar Lombok Timur yang telah diambil sumpahnya di sebuah Hotel berbintang di Mataram, Sabtu (13/2) lalu.

Dalam sambutannya Asisten Gubernur NTB, dr.Nurhandini Eka Dewi, Sp.A.,MPH menyatakan bahwa sebagai orang yang sangat konsen dengan pendidikan dan pembangunan SDM, Gubernur NTB mengucapkan kebangggaannya atas capaian Yayasan Maraqitta’limat melalui STIKes Hamzar dengan keberhasilannya menjadikan STIKes Hamzar sebagai Perguruan Tinggi Swasta pertama di Indonesia yang mempunyai ijin Profesi Kebidanan.

Tenaga Kesehatan Diingatkan Etika Profesi

Pada kesempatan ini, dr.Nurhandini banyak menyinggung etika profesi yang harus selalu dijaga oleh para Tenaga Kesehatan (Nakes), terlebih karena sebagian besar lulusan ini sebenarnya telah bekerja. “Hal berat yang harus kita jaga di jaman milenial dan digital ini adalah etika profesi, salah satunya tidak membuka rahasia pasien,” terangnya.
Lebih lanjut dr.Nurhandini menjelaskan bahwa Nakes bisa dituntut oleh pasien kalau Nakes membuka rahasia pasien. Barang bukti bukan dari rekam medis, tapi dari informasi keberadaan pasien di tempat layanan kesehatan, seperti memotret lalu mempublis ke sosial media. Ini bisa jadi hariamau yang mengancam karir Nakes yang bersangkutan. “Dalam melakukan dokumentasi dan penyebarluasan informasi, wajah pasien harus di-blur, identitas pasien harus dijaga, dan jangan mudah memotret sesuatu (pasien) karena ada Undang-Undangnya bahwa rahasia pasien harus dilindungi,” tegasnya.

Bagi dr.Nurhandini, 63 lulusan pertama Profesi Bidan di NTB tingkat PTS ini merupakan amunisi baru bagi dunia kesehatan NTB. “Semoga Angka Kematian Ibu (AKI) bisa ditekan di desa-desa atau di puskesmas tempat mereka (para lulusan) bertugas. AKI saat ini masih ada. AKI nol telah dicanangkan semenjak masa jabatan gubernur sebelumnya yang intinya tidak boleh ada kasus AKI di desa. Sekarang 80% di desa tidak ada AKI. Semoga dilevel selanjutnya yakni di tingkat puskesmas dan rumah sakit AKI bisa ditekan karena para lulusan profesi bidan ini bertugasnya di sana,” tutupnya.

Acara Sidang Pelantikan dan Pengambilan Sumpah & Janji Bidan Program Studi Profesi Bidan ini berlangsung lancar dan menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. (RAH-01)

Reporter : Anggini Dian Oktami