RADIO AL HAMZAR



SIARAN LANGSUNG

RADIOALHAMZAR.COM, Lombok Timur – Sebanyak 48 santri dan santriwati mengikuti wisuda yang digelar Rumah Tahfidz Qur aan (RTQ) Alhamzar Mamben Lombok Timur bertempat di aula Yayasan Maraqitta’limat Mamben Lauk, Wanasaba, Lombok Timur, Sabtu, 3 Juli 2021.

Mereka yang diwisuda terdiri dari santri penghapal satu hingga lima juzz. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Yayasan Maraqitta’limat guna mencetak hafiz atau penghafal Al-Qur’an, yang kini telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya sejak dicanangkan tahun 2020 lalu.

Ketua RTQ AlHamzar Haizi, A.Md mengungkapkan, kegiatan wisuda semula akan dilaksanakan di lapangan terbuka RTQ. Namun karena kondisi pandemi Covid 19, maka kegiatan dilaksanakan di dalam aula RTQ dengan acara yang sederhana dan mengikuti standar protokol kesehatan yang ketat.” Sebagai langkah antispasi panitia tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran covid-19. Semua peserta sebelum lokasi acara diarahkan untuk melakukan 3 M dan peserta juga diharuskan menggunakan masker sebelum memasuki lokasi acara,”jelasnya kepada RADIOALHAMZAR.COM.

Disebutkan, sejak RTQ didirikan, sudah memiliki santri/wati 105 orang dan sudah melakukan dua kali wisuda.”Angkatan pertama kami mewisuda 35 orang dan angkatan kedua ini kami mewisuda 48 orang mulai dari wisuda 1 juz sampai dengan 5 juz,”ucapnya.

Turut hadir pada acara wisuda santri adalah Dr. TGH. Hazmi Hamzar, SH. MH. Cil,- ketua Dewan pembina Yayasan Maraqitta’limat yang dalam tausiahnya mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Al Quran sebagai amalan dimanapun berada. “Dimanapun kita hidup dengan Al-qur aan pasti hidup menjadi mulia. Sekarang ini, semua lembaga pendidikan tidak akan mendapat murid kalau tidak ada pendidikan Al-quraannya. Saya berharap ke seluruh madrasah dan jamaah maraqittlimat, begitu tamat minimal sudah menghafal juz ‘Amma karna saya juga bisa seperti ini karena berkah mencinti Al-qur aan,”tuturnya,

Tuan guru juga berpesan kepada para Hafiz/Hafizah agar terus mengasah kemampuan menghapal dan memahami makna yang terkandung dalam Al Quran. Hanya dengan demikian, ilmu yang didapat akan bermanfaat bagi orang banyak hingga memberi kontribusi positif terhadap membangun karakter . “Mudah-mudahan setelah ini anak-anakku semuanya bisa terus mempelajari Alqur aan, mengasah diri dan bisa membanggakan bagi masyarakat, bangsa dan negara”, harapnya. (Rusdianto Diendy)