RADIO AL HAMZAR



SIARAN LANGSUNG

RADIOALHAMZAR.COM,Lombok Timur – Dua lembaga pendidikan tinggi di bawah Yayasan Maraqitta’limat yakni STKIP dan STEI Hamzar menggelar PKKMB bersama atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru.

Kegiatan PKKMB digelar selama 3 hari, dikuti sebanyak 265 Mahasiswa baru, pada 24-26 September 2020 bertempat di Kampus STIKES Hamzar Mamben Wanasaba, Lombok Timur.

Pelaksanaan PKKMB  berjalan dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Mengingat, masih berlangsungnya Pandemi Covid 19 di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat termasuk di Lombok Timur.”Bagaimanapun kesehatan adalah yang lebih utama terutama dalam kegiatan PKKMB. Sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran virus Corona panitia telah berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid, kita diperbolehkan mengadakan PKKMB dengan tatap muka dengan syarat tetap mengikuti protokol kesehatan,”jelas Mujmal MPd, ketua Panitia PKKMB

Disebutkan, panitia juga mengundang narasumber dan pemateri dari pihak kepolisian dan TNI.

Menurut Mujmal, melalui Pengenalan Kampus, para mahasiswa baru STKIP DAN STEI HAMZAR akan diperkenalkan dengan sistem pendidikan tinggi dan paradigma perguruan tinggi ke depan. ”Di samping itu juga diperkenalkan lembaga kemahasiswaan yang ada di STKIP DAN STEI HAMZAR untuk mendukung mereka agar mampu bersosialisasi dan juga berorganisasi melalui kegiatan non-akademik,”ucapnya seraya menambahkan program ini juga dimaksudkan untuk menciptakan keakraban yang harmonis antara mahasiswa baru dan  mahasiswa lama serta dengan seluruh warga kampus.

Sementara itu, Ketua STEI Hamzar, Zihab SE ME  dalam arahannnya pada pembukaan PKKMB  berharap semua civitas akademika agar menyambut calon mahasiswa baru dengan senyuman karena mahasiwa baru sudah menjadi bagian dari keluarga besar STKIP dan STEI Hamzar. ”Dan pada masa pendemi ini kita harus menjaga diri agar terhindar dari wabah dengan cara mengikuti aturan standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh Tim Satgas Covid 19,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kehadiran mahasiwa baru merupakan amanah bagi pihak kampusuntuk menempa mahasiswa baru  profesional dibidang masing-masing. Profesional di bidang pendidikan, profesional di bidang  Perbankan Syariah. ”PKKMB ini kita adakan secara tatap muka untuk memudahkan saling kenal antar calon mahasiswa dengan dosen dan teman seangkatannya, nanti setelah itu baru kita atur kembali apakah pembelajaran menggunakan daring, luring dan sebagainya,”sebut Zihab.

Untuk Tahun Akademik 2020/2021 ini, STKIP HAMZAR telah menerima sebanyak 225 mahasiswa baru baik untuk Program PGPAUD dan PGSD dan STEI HAMZAR 40 orang calon Mahasiswa baru. Jumlah ini masih akan terus bertambah, mengingat masih banyak dari calon mahasiswa belum melakukan regitrasi ulang.

Harapan dan Kesan Mahasiswa Baru

Pelaksanaan PKKMB STKIP dan STEI Hamzar ternyata punya kesan tersendiri di kalangan mahasiswa baru. Beberapa diantaranya juga menyampaikan alasan kenapa akhirnya memilih kuliah di salah satu perguruan tinggi tersebut.

Sebut saja, Ardiana calon mahasiswi (PGSD). Dia mengaku memilih STKIP Hamzar dengan tiga pertimbangan. Pertama,katanya, dia melihat PGSD STKIP Hamzar sangat berkualitas. Disamping jarak tempuh  dengan rumahnya sangat dekat, “Kalau ada yang dekat dan berkualitas kenapa harus pilih yang jauh,”ungkapnya kepada RADIOALHAMZAR.COM.

Alasan kedua, sebut Ardiana, karena kuliah di SKIP Hamzar secara ekonomi sangat terjangkau dari semua kalangan. ”Yang ketiga saya ingin menjadi guru yang bisa memberi manfaat untuk diri sendiri, agama, nusa dan bangsa. Dan khusus PPKMB ini memberi pengalaman tersendiri bagi saya,”kesannya.

Berbeda dengan Ahmad Yani, Calon Mahasiswa STEI Hamzar.  Dia memilih STEI Hamzar karena dia baru tahu, ternyata kampus ini satu-satunya yang membuka jurusan Perbankan Syariah di NTB. Bahkan, dia juga baru tahu, kalau STEI Hamzar adalah salah satu dari 3 Perguruan tinggi swasta di Indonesia yang membuka jurusan tersebut.

Dirinya berharap, bila kelak sudah selesai menimba ilmu di STEI Hamzar,  dia ingin mengembangkan ekonomi yang berbasis islam yang diminati oleh orang islam NTB pada khususnya dan Indonesia pada umumnya bahkan dunia. ”Yang ketiga saya mengacu pada sabda Rasululloh Saw. Kemulian seorang muslim ada dua yaitu yang pertama ilmu yang kedua harta. Maka kedua-duanya harus kita miliki jika ingin memiliki martabah yang mulia,”ungkapnya lagi. (Rusdianto Diendy)